-->

Kelas Webinar

Youvoria Talk Series: Cara Menjadi Produktif Tanpa Terjebak Hustle Culture Alias Gila Kerja

"Pantang pulang sebelum tumbang"

Beberapa waktu belakangan, kalimat-kalimat seperti ini semakin sering terdengar, terutama di kalangan dewasa muda. Meski kerap dianggap gurauan, kalimat seperti ini memiliki makna yang tidak sederhana. Kalimat ini memproyeksikan bagaimana kalangan dewasa muda --terutama kelompok produktif bekerja, dalam menyikapi beban pekerjaan mereka. Mereka menyadari bahwa kerja keras itu melelahkan, tetapi mereka tidak punya pilihan.

Setiap orang tentu memiliki alasan berbeda mengapa mereka ingin mempunyai karir yang cemerlang dan dianggap sukses. Beberapa mungkin mempertimbangkan soal keuntungan material seperti besarnya gaji dan tunjangan lain, sementara sebagian yang lain mungkin mempedulikan prestise dan gengsi. Alasan-alasan inilah yang mendorong kelompok produktif muda untuk bekerja keras, bahkan cenderung terus-menerus dan berlebihan. Persaingan pun menjadi semakin ketat. Akibatnya, orang-orang dituntut untuk bekerja super cepat dan rela mengurangi waktu istirahat demi meningkatkan produktivitas. Fenomena inilah yang disebut sebagai hustle culture

Banyak orang mengira bahwa dengan bekerja lebih cepat dan untuk waktu yang lebih lama, mereka dapat meningkatkan produktivitas karena mengerjakan lebih banyak hal. Namun, penelitian yang dilakukan oleh John Pencavel, seorang ahli ekonomi dari Universitas Stanford pada tahun 2014, justru berkata lain. Lewat penelitiannya, Pencavel membuktikan bahwa durasi atau lamanya seseorang bekerja tidak linier dengan tingkat produktivitasnya. Justu, bekerja secara berlebihan dapat meningkatkan sakit kepala, rasa tertekan, dan stres yang memicu penurunan produktivitas. Lantas, mengapa masih banyak orang yang melanggengkan budaya gila kerja ini?

Tema besar inilah yang akan diangkat dalam webinar gratis Youvoria Talk Series berjudul "Cara Menjadi Produktif Tanpa Terjebak Hustle Culture Alias Gila Kerja". Acara ini akan menghadirkan tiga pembicara dari tiga latar belakang berbeda.

Speaker:

- Rafly Fawwaz (Announcer PRAMBORS)
- Muhamdzani Andradio (Jr. HRBP & Employer Branding Lead di Reckitt Indonesia)
- Rikza Novita, M.Psi., Psikolog (Psikolog di Tirai Psikologi)

Hari/Tanggal: Sabtu, 20 November 2021

Waktu: 13.00 - 15.00 WIB

Melalui webinar ini, kamu akan mendapat insight dan pemahaman baru dari tiga perspektif yang berbeda terkait budaya hustle culture atau gila kerja. 

Youvoria Talk adalah ruang aman bagi generasi muda untuk bertukar pemikiran, cerita, dan diskusi tentang love, health, dan wealth. Kamu dapat bergabung menjadi anggota komunitas kami dengan mengikuti acara Youvoria Talk Series serta bergabung di kanal Discord kami.


Penyedia kelas

Harga

Tidak ada kelas tersedia

Topik

Pengembangan Diri

Penyedia kelas

Lokasi

Daring


Sudah Termasuk :

  • Diskusi Interaktif
  • Sesi Tanya Jawab
  • Sertifikat
  • Youvoria Talk Community

Daftar Kelas

Melalui webinar ini, kamu akan mendapat insight dan pemahaman baru dari tiga perspektif yang berbeda terkait budaya hustle culture atau gila kerja. 

Apa yang akan dipelajari?

Tujuan Pembelajaran

  • Memberikan insight dan pemahaman baru dari tiga perspektif yang berbeda terkait budaya hustle culture atau gila kerja sehingga peserta dapat mengetahui bahaya hustle culture secara lebih komprehensif.

Materi yang dipelajari

  • Penjelasan mengenai produktif dan sibuk.
  • Tools atau aplikasi yang dapat digunakan guna meningkatkan produktivitas.
  • Penjelasan bahaya hustle culture.
  • Tips agar tidak terjebak dalam hustle culture.

Sudah Termasuk :

  • Diskusi Interaktif
  • Sesi Tanya Jawab
  • Sertifikat
  • Youvoria Talk Community

Kelas Webinar

Youvoria Talk Series: Cara Menjadi Produktif Tanpa Terjebak Hustle Culture Alias Gila Kerja

"Pantang pulang sebelum tumbang"

Beberapa waktu belakangan, kalimat-kalimat seperti ini semakin sering terdengar, terutama di kalangan dewasa muda. Meski kerap dianggap gurauan, kalimat seperti ini memiliki makna yang tidak sederhana. Kalimat ini memproyeksikan bagaimana kalangan dewasa muda --terutama kelompok produktif bekerja, dalam menyikapi beban pekerjaan mereka. Mereka menyadari bahwa kerja keras itu melelahkan, tetapi mereka tidak punya pilihan.

Setiap orang tentu memiliki alasan berbeda mengapa mereka ingin mempunyai karir yang cemerlang dan dianggap sukses. Beberapa mungkin mempertimbangkan soal keuntungan material seperti besarnya gaji dan tunjangan lain, sementara sebagian yang lain mungkin mempedulikan prestise dan gengsi. Alasan-alasan inilah yang mendorong kelompok produktif muda untuk bekerja keras, bahkan cenderung terus-menerus dan berlebihan. Persaingan pun menjadi semakin ketat. Akibatnya, orang-orang dituntut untuk bekerja super cepat dan rela mengurangi waktu istirahat demi meningkatkan produktivitas. Fenomena inilah yang disebut sebagai hustle culture

Banyak orang mengira bahwa dengan bekerja lebih cepat dan untuk waktu yang lebih lama, mereka dapat meningkatkan produktivitas karena mengerjakan lebih banyak hal. Namun, penelitian yang dilakukan oleh John Pencavel, seorang ahli ekonomi dari Universitas Stanford pada tahun 2014, justru berkata lain. Lewat penelitiannya, Pencavel membuktikan bahwa durasi atau lamanya seseorang bekerja tidak linier dengan tingkat produktivitasnya. Justu, bekerja secara berlebihan dapat meningkatkan sakit kepala, rasa tertekan, dan stres yang memicu penurunan produktivitas. Lantas, mengapa masih banyak orang yang melanggengkan budaya gila kerja ini?

Tema besar inilah yang akan diangkat dalam webinar gratis Youvoria Talk Series berjudul "Cara Menjadi Produktif Tanpa Terjebak Hustle Culture Alias Gila Kerja". Acara ini akan menghadirkan tiga pembicara dari tiga latar belakang berbeda.

Speaker:

- Rafly Fawwaz (Announcer PRAMBORS)
- Muhamdzani Andradio (Jr. HRBP & Employer Branding Lead di Reckitt Indonesia)
- Rikza Novita, M.Psi., Psikolog (Psikolog di Tirai Psikologi)

Hari/Tanggal: Sabtu, 20 November 2021

Waktu: 13.00 - 15.00 WIB

Melalui webinar ini, kamu akan mendapat insight dan pemahaman baru dari tiga perspektif yang berbeda terkait budaya hustle culture atau gila kerja. 

Youvoria Talk adalah ruang aman bagi generasi muda untuk bertukar pemikiran, cerita, dan diskusi tentang love, health, dan wealth. Kamu dapat bergabung menjadi anggota komunitas kami dengan mengikuti acara Youvoria Talk Series serta bergabung di kanal Discord kami.


Apa yang akan dipelajari?

Tujuan Pembelajaran

  • Memberikan insight dan pemahaman baru dari tiga perspektif yang berbeda terkait budaya hustle culture atau gila kerja sehingga peserta dapat mengetahui bahaya hustle culture secara lebih komprehensif.

Materi yang dipelajari

  • Penjelasan mengenai produktif dan sibuk.
  • Tools atau aplikasi yang dapat digunakan guna meningkatkan produktivitas.
  • Penjelasan bahaya hustle culture.
  • Tips agar tidak terjebak dalam hustle culture.

Kelas lainnya