Kelas Tanpa Batas Mandiri

Jurnalisme Bencana - Panduan untuk Jurnalis


Penanganan pascabencana sering luput dari pantauan media. Media lebih menyukai liputan bencana alam yang baru saja terjadi. Sebut saja peristiwa tsunami dan likuifaksi di Palu dan Donggala. Media gencar memberitakan penyebab tsunami dan likuifaksi, dampak kerusakan, proses evakuasi, dan mengeksploitasi kisah para korban. Seiring dengan waktu, pemberitaan akan semakin menyusut. Padahal penanganan pascabencana sedang berlangsung dan butuh pengawasan.



Ada tiga alasan mengapa media perlu memantau pascabencana. Pertama, menyuarakan korban bencana. Media harus berdiri di sisi korban yang sedang memperjuangkan hak untuk hidup normal seperti sediakala. Kedua, media perlu secara kritis mengabarkan proses penanganan rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana, dan kendalanya kepada stakeholders, termasuk pemerintah. Ketiga, sebagai wakil publik, media bertugas mengawasi dana rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana. Dalam banyak kasus, pada fase ini sering terjadi penyelewengan dana yang bersumber dari APBN dan donasi.

Untuk itu,



Tempo Institute bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu yang didukung oleh International Media Support (IMS) merancang modul belajar online bagaimana meliput pascabencana.



Penyedia kelas

Harga

GRATIS

Topik

Jurnalistik

Penyedia kelas

Lokasi

Daring


Sudah Termasuk :


Daftar Kelas

Meliput Paska Bencana

Apa yang akan dipelajari?

Tujuan Pembelajaran

  • Peserta mampu mengomunikasikan akuntabilitas penanganan pascabencana kepada stakeholders secara lebih menarik dan mudah dipahami.

Materi yang dipelajari

  • Memahami liputan pascabencana;
  • akuntabilitas pascabencana;
  • menulis liputan akuntabilitas pascabencana;
  • pengumpulan data peliputan pascabencana.

Sudah Termasuk :

Kelas Tanpa Batas Mandiri

Jurnalisme Bencana - Panduan untuk Jurnalis

Penanganan pascabencana sering luput dari pantauan media. Media lebih menyukai liputan bencana alam yang baru saja terjadi. Sebut saja peristiwa tsunami dan likuifaksi di Palu dan Donggala. Media gencar memberitakan penyebab tsunami dan likuifaksi, dampak kerusakan, proses evakuasi, dan mengeksploitasi kisah para korban. Seiring dengan waktu, pemberitaan akan semakin menyusut. Padahal penanganan pascabencana sedang berlangsung dan butuh pengawasan.

Ada tiga alasan mengapa media perlu memantau pascabencana. Pertama, menyuarakan korban bencana. Media harus berdiri di sisi korban yang sedang memperjuangkan hak untuk hidup normal seperti sediakala. Kedua, media perlu secara kritis mengabarkan proses penanganan rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana, dan kendalanya kepada stakeholders, termasuk pemerintah. Ketiga, sebagai wakil publik, media bertugas mengawasi dana rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana. Dalam banyak kasus, pada fase ini sering terjadi penyelewengan dana yang bersumber dari APBN dan donasi.
Untuk itu,

Tempo Institute bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu yang didukung oleh International Media Support (IMS) merancang modul belajar online bagaimana meliput pascabencana.


Apa yang akan dipelajari?

Tujuan Pembelajaran

  • Peserta mampu mengomunikasikan akuntabilitas penanganan pascabencana kepada stakeholders secara lebih menarik dan mudah dipahami.

Materi yang dipelajari

  • Memahami liputan pascabencana;
  • akuntabilitas pascabencana;
  • menulis liputan akuntabilitas pascabencana;
  • pengumpulan data peliputan pascabencana.

Kelas lainnya