Event sent successfully. Menulis Storytelling Pejuang Iklim

Kelas Tanpa Batas Mandiri

Menulis Storytelling Pejuang Iklim

Tentang Kelas:

Media cetak, elektronik dan online banyak memberitakan peristiwa dan kebijakan yang terkait dengan krisis iklim. Termasuk juga solusi mengatasinya. Media juga mengutip pejabat, ilmuwan, akademisi dan aktivis untuk memperkuat pemberitaannya. Akan tetapi, mengapa masih ada masyarakat yang belum sadar atau bahkan menyangkalnya? Apa yang salah dengan pemberitaan atau diskursus di media selama ini?

Peran storytelling menjadi penting di sini. Cerita tidak hanya menyampaikan informasi, melainkan juga mampu membangkitkan emosi pembaca yang pada akhirnya membuat mereka tergerak. Cerita bukan hanya menawarkan pengetahuan, tapi juga emosi dan ajakan untuk berbuat.

Kelas ini akan mengajak Anda untuk memahami lebih dalam apa itu storytelling, teknik-tekniknya, dan bagaimana memanfaatkannya untuk membuat cerita para Pejuang Iklim yang menggugah. Kelas ini merupakan hasil kolaborasi Tempo Institute dan Yayasan Madani Berkelanjutan.

Kelas ini cocok untuk aktivis, jurnalis warga, dan siapapun Anda yang ingin turut menyebarluaskan cerita-cerita Pejuang Iklim sehingga makin banyak masyarakat yang peduli untuk mengatasi krisis iklim.

Pengajar
Qaris Tajudin adalah Direktur Tempo Institute. Qaris menerbitkan sejumlah buku, seperti Mahasati, Mahameru (keduanya adalah novel), serta Mengarungi Samudera Al-Fatihah. Di Tempo, Qaris memulai sebagai wartawan di rubrik Internasional. Sekembalinya dari meliput perang di Afganistan, dia ditempatkan (lebih banyak) sebagai redaktur di rubrik gaya hidup. Setelah itu, Qaris menangani dua anak usaha Tempo lainnya, yaitu Matair dan kini Tempo Institute.


Penyedia kelas

Harga

GRATIS

Topik

Jurnalistik,Pengembangan Diri

Penyedia kelas

Lokasi

Daring


Sudah Termasuk :

  • Modul Belajar Mandiri
  • Sertifikat Digital
  • Akses 1 Tahun
  • Video Pembelajaran
  • Soal Latihan
  • Bahan Bacaan

Daftar Kelas

Kelas ini akan mengajak Anda untuk memahami lebih dalam apa itu storytelling, teknik-tekniknya, dan bagaimana memanfaatkannya untuk membuat cerita para Pejuang Iklim yang menggugah

Apa yang akan dipelajari?

Tujuan Pembelajaran

  • Di akhir kelas, Anda diharapkan mampu menulis storytelling Pejuang Iklim yang menggugah kepedulian masyarakat untuk mengatasi krisis iklim.

Materi yang dipelajari

  • Storytelling dan Krisis Iklim
  • Siapa Pejuang Iklim?
  • Apa itu Storytelling?
  • Menggali Ide dan Angle
  • Menggali Bahan
  • Membuat Outline
  • Teknik Menulis Storytelling
  • Menulis di Media Digital

Sudah Termasuk :

  • Modul Belajar Mandiri
  • Sertifikat Digital
  • Akses 1 Tahun
  • Video Pembelajaran
  • Soal Latihan
  • Bahan Bacaan

Kelas Tanpa Batas Mandiri

Menulis Storytelling Pejuang Iklim

Tentang Kelas:

Media cetak, elektronik dan online banyak memberitakan peristiwa dan kebijakan yang terkait dengan krisis iklim. Termasuk juga solusi mengatasinya. Media juga mengutip pejabat, ilmuwan, akademisi dan aktivis untuk memperkuat pemberitaannya. Akan tetapi, mengapa masih ada masyarakat yang belum sadar atau bahkan menyangkalnya? Apa yang salah dengan pemberitaan atau diskursus di media selama ini?

Peran storytelling menjadi penting di sini. Cerita tidak hanya menyampaikan informasi, melainkan juga mampu membangkitkan emosi pembaca yang pada akhirnya membuat mereka tergerak. Cerita bukan hanya menawarkan pengetahuan, tapi juga emosi dan ajakan untuk berbuat.

Kelas ini akan mengajak Anda untuk memahami lebih dalam apa itu storytelling, teknik-tekniknya, dan bagaimana memanfaatkannya untuk membuat cerita para Pejuang Iklim yang menggugah. Kelas ini merupakan hasil kolaborasi Tempo Institute dan Yayasan Madani Berkelanjutan.

Kelas ini cocok untuk aktivis, jurnalis warga, dan siapapun Anda yang ingin turut menyebarluaskan cerita-cerita Pejuang Iklim sehingga makin banyak masyarakat yang peduli untuk mengatasi krisis iklim.

Pengajar
Qaris Tajudin adalah Direktur Tempo Institute. Qaris menerbitkan sejumlah buku, seperti Mahasati, Mahameru (keduanya adalah novel), serta Mengarungi Samudera Al-Fatihah. Di Tempo, Qaris memulai sebagai wartawan di rubrik Internasional. Sekembalinya dari meliput perang di Afganistan, dia ditempatkan (lebih banyak) sebagai redaktur di rubrik gaya hidup. Setelah itu, Qaris menangani dua anak usaha Tempo lainnya, yaitu Matair dan kini Tempo Institute.


Apa yang akan dipelajari?

Tujuan Pembelajaran

  • Di akhir kelas, Anda diharapkan mampu menulis storytelling Pejuang Iklim yang menggugah kepedulian masyarakat untuk mengatasi krisis iklim.

Materi yang dipelajari

  • Storytelling dan Krisis Iklim
  • Siapa Pejuang Iklim?
  • Apa itu Storytelling?
  • Menggali Ide dan Angle
  • Menggali Bahan
  • Membuat Outline
  • Teknik Menulis Storytelling
  • Menulis di Media Digital

Kelas lainnya